Siap Wujudkan Pendidikan Berkualitas dan Merata
KABARMBOIS.ID, MALANG – Bagi Ir Maria Anisya, ST, MM, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu di dalam ruang kelas. Baginya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang mampu mengubah kehidupan, membuka peluang, sekaligus menjadi fondasi kemajuan sebuah daerah. Berangkat dari keyakinan tersebut, ia kini dipercaya menjadi anggota Dewan Pendidikan Kota Malang periode 2026–2030.
Amanah yang diterimanya tidak dipandang sebagai sekadar jabatan, melainkan kesempatan untuk memperluas pengabdian di bidang yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
“Saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai anggota Dewan Pendidikan Kota Malang periode 2026–2030,” ujar Maria Anisya kepada Kabar Mbois.
Perempuan kelahiran Kota Malang itu mengisahkan bahwa kecintaannya terhadap dunia pendidikan telah tumbuh sejak usia muda. Saat menempuh pendidikan di bidang Teknik Industri, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial, termasuk menjadi tutor bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di sebuah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).
Pengalaman tersebut menjadi titik awal yang membentuk kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Dari sana, ia menyaksikan secara langsung bagaimana kesempatan belajar mampu mengubah pola pikir, membangun harapan, hingga membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Karier Maria Anisya tidak langsung dimulai sebagai pendidik. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, ia sempat berkarier di sejumlah perusahaan swasta sebelum akhirnya menerima kesempatan mengajar di almamaternya. Sejak saat itu, ia mengabdikan diri sebagai dosen dengan mengampu mata kuliah Ilmu Komunikasi dan Manajemen.
Selain aktif sebagai dosen, alumnus STIE IEU Malang tersebut juga dikenal sebagai trainer pengembangan sumber daya manusia, presenter, serta konselor pendidikan. Beragam pengalaman tersebut semakin memperluas perspektifnya dalam memahami berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah saat mendampingi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, dan membuka kesempatan hidup yang lebih baik.
“Saya melihat langsung bagaimana pendidikan dapat menjadi kunci untuk mengubah kehidupan seseorang dan membuka pintu kesempatan yang lebih luas,” katanya.
Pengalaman sebagai konselor sekolah juga memperkaya pemahamannya terhadap persoalan yang dihadapi peserta didik, mulai dari tantangan akademik, sosial, hingga emosional. Dari situ, ia menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.
Karena itu, sebagai anggota Dewan Pendidikan Kota Malang, Maria Anisya ingin memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, dunia usaha, hingga masyarakat.
Menurutnya, Kota Malang memiliki potensi besar sebagai kota pendidikan. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus menjadi perhatian bersama, seperti tingginya jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS), kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah pusat kota dan pinggiran, hingga upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Ia menilai Dewan Pendidikan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memberikan masukan kebijakan, melakukan pengawasan, menyampaikan rekomendasi, sekaligus menjembatani aspirasi masyarakat di bidang pendidikan.
Maria Anisya menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh melalui pemerataan akses pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penguatan sarana dan prasarana, serta membangun kesadaran bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Setiap anak di Kota Malang harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan mampu mengembangkan potensinya secara maksimal,” tegasnya.
Perempuan yang meraih gelar Magister Manajemen pada 2023 tersebut juga memberikan perhatian khusus terhadap pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Menurutnya, sistem pendidikan masa depan harus mampu melahirkan generasi yang kritis, kreatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memiliki karakter yang kuat.
Di tengah berbagai aktivitas profesional yang dijalani, Maria Anisya mengaku tidak pernah berhenti belajar. Ia meyakini bahwa seorang pendidik harus menjadi teladan dalam semangat belajar sepanjang hayat.
Melalui perannya di Dewan Pendidikan Kota Malang, ia berharap dapat mendorong lahirnya berbagai program yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus memperkuat kualitas pendidikan di Kota Malang.

Maria Anisya juga menyampaikan pesan kepada seluruh elemen pendidikan. Ia mengajak para guru untuk terus menjadi sosok inspiratif melalui dedikasi, inovasi, dan pengabdian dalam mencerdaskan generasi bangsa. Kepada para siswa, ia berpesan agar tetap semangat mengejar cita-cita dan terus mengembangkan potensi diri. Sementara kepada para orang tua, ia mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif dalam mendampingi proses belajar anak. Masyarakat pun diharapkan ikut berpartisipasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik.
“Saya berharap kita semua bisa bekerja sama menjadikan Kota Malang sebagai kota yang semakin maju melalui pendidikan. Karena pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan,” pungkasnya. (red)
