Arema FC Ditekuk Tim Promosi Garudayaksa FC 3-1 di Pakansari

Published:

KABARMBOIS.ID, BOGOR – Singo Edam secara mengejutkan gagal membawa pulang poin, setelah takluk 1-3 dari tuan rumah Garudayaksa FC. Laga panas itu terjadi dalam lanjutan pekan ke-5 BRI Super League 2026/2027 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (17/10/2026) sore.

Sempat unggul lebih dulu, Singo Edan justru harus mengakui keunggulan tim promosi tersebut melalui kebangkitan yang berujung kekalahan perdana Arema musim ini.

Hasil ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Garudayaksa FC di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2026/2027. Tambahan tiga poin mengangkat tim Juara Championship League 2025/2026 itu, ke posisi ke-13 klasemen liga, sekaligus membawa mereka keluar dari zona degradasi untuk sementara.

Arema FC sejatinya memulai pertandingan dengan sangat baik. Baru lima menit laga berjalan, skema bola mati anak asuh Marcos Santos langsung menghasilkan gol. Berawal dari tendangan sudut Marcos Vinicius, Matheus Blade memenangi duel udara dan menanduk bola ke gawang Garudayaksa FC yang dikawal Holec.

Gol tersebut sempat ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR) untuk memastikan tidak ada pelanggaran maupun posisi offside. Setelah peninjauan, wasit Yoko Suprianto bersama tim VAR mengesahkan gol tersebut. Arema berhasil unggul 1-0 dari tuan rumah.

Keunggulan itu sempat memberi ruang bagi Singo Edan untuk mengembangkan permainan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi belum mampu dikonversi menjadi gol tambahan. Situasi berubah setelah water break ketika Garudayaksa mulai memanfaatkan celah di lini pertahanan tim tamu.

Pada menit ke-34, tuan rumah menyamakan kedudukan melalui Brian Rubio. Gol bermula dari sapuan Gabriel Silva yang tidak sempurna. Jayro Jean berhasil mengejar bola dan melakukan penetrasi cepat hingga melepaskan tembakan yang ditepis kiper Arema, Adi Satryo. Bola muntah kemudian disambar Rubio untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Dua menit berselang, gawang Arema kembali kebobolan. Jayro Jean melepaskan tembakan terukur pada menit ke-36 yang gagal diantisipasi Adi Satryo. Gol tersebut membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk keunggulan Garudayaksa FC, sekaligus membuat Arema kehilangan momentum setelah sempat memimpin.

Memasuki babak kedua, Marcos Santos berupaya mengubah situasi dengan meningkatkan intensitas serangan melalui sektor sayap yang dimotori Marcos Vinicius. Namun, rapatnya pertahanan Garudayaksa FC yang dikawal Holec membuat sejumlah peluang Singo Edan belum menghasilkan gol penyeimbang.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Arema justru kembali kebobolan pada menit ke-70. Pemain pengganti Carlos Iury sukses menuntaskan umpan dari Christian Frydek yang leluasa bergerak. Tanpa pengawalan ketat, Iury melepaskan tembakan keras dan terukur yang gagal dibendung Adi Satryo. Garudayaksa pun menjauh dengan keunggulan 3-1.

Arema berusaha memperkecil ketertinggalan pada sisa waktu pertandingan. Peluang sempat hadir melalui pemain pengganti Gustavo França dan Mauro Zijlstra. Namun, penyelesaian akhir yang belum efektif membuat upaya tersebut tidak berbuah gol.

Skor 3-1 bertahan hingga wasit Yoko Suprianto meniup peluit panjang. Garudayaksa FC berhasil mengamankan kemenangan bersejarah sekaligus meraih tiga poin pertamanya di liga musim ini.

Sebaliknya, kekalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Arema FC dan tim pelatih. Singo Edan tertahan di posisi ke-10 klasemen sementara dan harus segera mengevaluasi performa, terutama konsentrasi lini belakang serta efektivitas penyelesaian akhir, sebelum menjalani laga tandang berikutnya pekan depan. (Red)

Related articles

Recent articles