KABARMBOIS.ID, MALANG – Polemik penghapusan mural ikonik “MALANG THE GLORY LAND” di Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Klojen, Kota Malang, berimbas pada keikutsertaan sejumlah pengisi acara Festival Mbois 11. Salah satunya band asal Malang, d’Kross, yang memutuskan untuk mengundurkan diri dari festival tersebut.
Keputusan d’Kross disampaikan Road Manager d’Kross, Rahmat Mashudi Prayoga atau yang akrab disapa Yoga. Ia menegaskan, pengunduran diri tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap mural yang dinilai memiliki makna kuat bagi masyarakat Malang, khususnya Aremania.
“Meskipun tulisannya sudah hilang, sikap kami tegas. Tetap mundur dari Festival Mbois 11,” tegas Yoga.
Menurut Yoga, mural “MALANG THE GLORY LAND” tidak sekadar menjadi tulisan yang menghiasi ruang publik. Karya yang telah berada di kawasan tersebut sejak 2016 itu dinilai memiliki nilai historis dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Malang.
Bagi d’Kross, mural tersebut merepresentasikan sejarah, semangat, serta rasa memiliki yang tumbuh di tengah masyarakat Kota Malang.
Sebelumnya, mural “MALANG THE GLORY LAND” ditutup menggunakan cat biru dan kemudian ditimpa tulisan “Malang Menyala Bersama” untuk kebutuhan promosi Festival Mbois 11.
Perubahan mural tersebut memicu polemik di tengah masyarakat. Tulisan promosi itu kemudian dihapus pada Kamis (20/8).
Namun, penghapusan tulisan baru tersebut tidak mengubah keputusan d’Kross untuk membatalkan penampilan mereka dalam Festival Mbois 11.
Yoga menjelaskan, keputusan tersebut telah diambil sebagai bentuk sikap dan solidaritas terhadap masyarakat, khususnya Aremania dan pihak-pihak yang memiliki keterikatan dengan mural tersebut.
Sebagai band yang lahir dan berkembang bersama kultur Arek Malang dan Aremania, d’Kross memandang persoalan tersebut bukan semata mengenai perubahan sebuah karya visual, melainkan juga menyangkut penghormatan terhadap identitas dan sejarah yang melekat pada ruang publik.
D’Kross menegaskan bahwa keputusan tidak tampil di Festival Mbois 11 bukan bertujuan memperpanjang atau memperkeruh polemik yang tengah berlangsung.
Sebaliknya, pengunduran diri tersebut disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap karya seni, identitas, sejarah, serta rasa memiliki masyarakat Malang terhadap mural “MALANG THE GLORY LAND”.
“Keputusan ini bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan kami terhadap kawan-kawan Aremania serta seluruh pihak yang merasa memiliki ikatan dengan ‘MALANG THE GLORY LAND’,” pungkas Yoga.
Sikap d’Kross tersebut menambah daftar pengisi acara yang memilih menarik diri dari Festival Mbois 11 setelah polemik mural di Jalan Arif Rahman Hakim mencuat ke publik. (red)
