KABARMBOIS.ID, SURABAYA – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur telah menuntaskan proses identifikasi sekaligus menyerahkan seluruh jenazah korban meninggal dunia dalam peristiwa KM Mutiara Sentosa II kepada keluarga masing-masing.
Dengan penyerahan jenazah kelima, seluruh korban yang berhasil diidentifikasi kini telah diterima oleh pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Kombes Pol dr. Bayu Dharma Shanti, mengatakan penyerahan jenazah terakhir dilakukan setelah seluruh tahapan identifikasi selesai sesuai prosedur ilmiah yang berlaku. Kamis (6/8/2026).
Korban terakhir yang diserahterimakan kepada keluarga adalah Yedi Hendrawan (63), warga Keruing Gang 4 Nomor 48, Selat Dalam, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Atas permintaan keluarga, jenazah diberangkatkan menuju Bekasi melalui jalur udara pada Rabu sore (5/8/2026).

“Sesuai permintaan keluarga, jenazah kelima kami pulangkan ke keluarga yang berada di Bekasi melalui jalur udara pada Rabu sore,” ujar Kombes Pol dr Bayu.
Keberhasilan proses identifikasi hingga penyerahan seluruh jenazah merupakan wujud pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat, khususnya kepada keluarga korban yang menunggu kepastian identitas anggota keluarganya.
Menurut Kombes Pol dr. Bayu, tujuan utama proses DVI selain memastikan identitas korban secara akurat, juga memberikan kepastian hukum dan kemanusiaan sehingga jenazah bisa segera diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
“Seluruh proses dilakukan secara profesional, teliti, dan mengedepankan aspek kemanusiaan agar keluarga memperoleh kepastian identitas korban sekaligus dapat segera melaksanakan proses pemakaman,” jelasnya.
Dengan diserahkannya jenazah terakhir tersebut, maka lima jenazah korban meninggal akibat peristiwa KM Mutiara Sentosa II yang berhasil diidentifikasi seluruhnya sudah diterima keluarga masing-masing.
Sebelumnya, pada Senin (3/8/2026), Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi lima jenazah korban yang diterima di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.

Proses identifikasi menggunakan data primer berupa sidik jari serta data sekunder yang meliputi pemeriksaan gigi, data medis, identifikasi visual, dan pencocokan barang milik korban.
Metode identifikasi menjadi standar ilmiah dalam operasi DVI untuk memastikan identitas korban secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus minimalisir kesalahan identifikasi.
Tuntasnya proses identifikasi dan penyerahan seluruh jenazah kepada keluarga menjadi bagian penting dari penanganan pascakejadian KM Mutiara Sentosa II.
Selain menunjukkan profesionalisme Tim DVI Biddokkes Polda Jawa Timur, keberhasilan tersebut juga menjadi wujud pelayanan kemanusiaan Polri dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban di tengah duka yang mereka alami.
