Polda Jatim Gandeng Bonek dan Aremania, Dorong Rivalitas Cukup 90 Menit di Lapangan

Published:

KABARMBOIS.ID, PASURUAN – Polda Jawa Timur mempertemukan dua kelompok suporter terbesar di Jawa Timur, Bonek Mania dan Aremania, dalam forum silaturahmi dan dialog di RM Sri Istana Ayam Goreng, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (12/8/2026) malam.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya meredam konflik antarsuporter setelah insiden kerusuhan yang terjadi saat perayaan HUT Aremania di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Sebanyak 25 perwakilan Bonek Mania dan 30 perwakilan Aremania hadir dalam pertemuan tersebut. Kedua kelompok didorong membangun komunikasi yang lebih baik sekaligus mengakhiri permusuhan yang selama ini terjadi.

Melalui forum tersebut, Polda Jatim mengajak kedua kelompok suporter menyepakati satu hal penting, yakni rivalitas sepak bola cukup terjadi di dalam lapangan dan tidak dibawa menjadi konflik di tengah masyarakat.

Direktur Intelkam Polda Jatim Kombes Pol Bondan Witjaksono mengajak seluruh elemen suporter ikut menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Timur melalui semangat “Jogo Jawa Timur”.

Menurutnya, situasi keamanan perlu dijaga bersama, terutama memasuki bulan kemerdekaan serta menghadapi berbagai agenda besar yang akan berlangsung di Jawa Timur.

Bondan juga mengingatkan besarnya pengaruh media sosial terhadap dinamika kelompok suporter. Informasi yang belum terverifikasi hingga provokasi dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi memperbesar gesekan.

“Kami mengingatkan besarnya pengaruh media sosial terhadap dinamika suporter saat ini. Informasi maupun provokasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, tokoh dan komunitas suporter harus aktif mengingatkan anggotanya agar tidak mudah terpancing,” ujar Bondan.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno turut mengajak Bonek dan Aremania melihat hubungan antarsuporter dari perspektif persaudaraan sebagai sesama masyarakat Jawa Timur.

Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi awal untuk memutus rantai permusuhan agar konflik tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurut Danang, perbedaan dukungan terhadap klub sepak bola seharusnya tidak menjadi alasan untuk menciptakan permusuhan di luar pertandingan.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menjelaskan bahwa kepolisian sebelumnya telah melakukan pengamanan terhadap pergerakan rombongan suporter.

Meski demikian, gesekan di lapangan tetap terjadi hingga menyebabkan satu kendaraan dinas kepolisian terbakar.

Terkait tindakan melawan hukum dalam insiden tersebut, Harto memastikan proses penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional. Penindakan diarahkan kepada individu yang terbukti melakukan pelanggaran, bukan kepada kelompok suporter secara keseluruhan.

Langkah tersebut juga mendapat dukungan dari perwakilan Aremania, Dedi Arisandi, sebagai bagian dari upaya memberikan efek jera kepada pelaku.

Tokoh Suporter Dorong Perdamaian

Komitmen untuk membangun perdamaian juga disampaikan oleh sejumlah tokoh suporter yang hadir dalam dialog.

Tokoh Aremania dari Presidium Arema Bidang SDM, Tedi Kresna, menyatakan akan terus mendorong terciptanya hubungan yang lebih baik antara Aremania dan Bonek.

Foto: Istimewa (Perwakilan Bonek Mania dan Aremania mengikuti forum silaturahmi dan dialog yang difasilitasi Polda Jatim di Pandaan, Pasuruan.)

Hal senada disampaikan Tokoh Bonek Pandaan, Reza. Ia mengaku prihatin terhadap insiden di Sukorejo dan berharap komunikasi di tingkat akar rumput dapat diperkuat.

Menurutnya, komunikasi yang intensif dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya gesekan serupa di kemudian hari.

Sebagai langkah antisipasi, Polda Jatim bersama jajaran Polres juga menyiapkan pola pengamanan lebih ketat untuk setiap kegiatan yang melibatkan massa suporter.

Pengamanan tersebut mencakup pengetatan jalur pergerakan rombongan serta pengawalan melekat untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Pertemuan antara Bonek Mania dan Aremania kemudian ditutup dengan makan malam dan foto bersama. Momen tersebut menjadi simbol komitmen untuk membangun hubungan yang lebih harmonis di luar stadion.

Pesan yang ingin ditegaskan dari pertemuan tersebut adalah bahwa rivalitas tetap menjadi bagian dari sepak bola, tetapi persaudaraan dan keamanan masyarakat harus ditempatkan sebagai kepentingan bersama.

Dengan terbangunnya komunikasi antara kepolisian dan komunitas suporter, Bonek Mania serta Aremania diharapkan mampu menjadi bagian dari terciptanya iklim sepak bola Jawa Timur yang lebih aman, dewasa, dan penuh persaudaraan. (red)

Related articles

Recent articles