Pupuk Batu Bara di Kampar, Inovasi Karya Anak Bangsa Tembus Pasar Global

Published:

KABARMBOIS.ID, KAMPAR – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meninjau pabrik pupuk batu bara milik PT Bursatani Futura Andyta di Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (8/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi perhatian karena perusahaan nasional itu tidak hanya memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri, tetapi juga berhasil menembus pasar internasional.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri menyerahkan 80 ton pupuk batu bara Futuraplus Presisi kepada lima kelompok tani di Provinsi Riau sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

Sebelum Peninjauan proses produksi di kawasan pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 20 hektare, diawali paparan dari Direktur Utama PT Bursatani Futura Andyta, Raden Umar Hasan Saputra, mengenai inovasi Pupuk Futura Plus Presisi.

PT Bursatani Futura Andyta merupakan perusahaan produksi pupuk dengan bahan dasar batu bara berkalori rendah yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal oleh industri pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Melalui inovasi tersebut, batu bara diolah menjadi pupuk yang memiliki nilai tambah tinggi untuk mendukung sektor pertanian.

Raden Umar mengatakan pengembangan pupuk batu bara bentuk inovasi yang memanfaatkan sumber daya nasional agar memberikan manfaat lebih luas bagi sektor pertanian.

“Kami mengolah batu bara berkalori rendah menjadi pupuk yang bernilai guna bagi pertanian dan mendukung ketahanan pangan,” ujar Umar.

Saat ini, pabrik beroperasi selama delapan jam setiap hari dengan kapasitas produksi mencapai 24 ton per hari atau sekitar 480 ton per bulan.

Produk yang dihasilkan mengandung asam humat lebih dari 20 persen, C-organik minimal 15 persen, serta unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Menurut Umar, inovasi tersebut telah memperoleh berbagai legalitas dan pengakuan Pasar Internasional, mulai dari izin edar Kementerian Pertanian, paten di Indonesia dan Amerika Serikat, hingga merek dagang di China.

Tidak hanya itu, perusahaan juga telah mengembangkan fasilitas produksi di Zimbabwe dan Nigeria, sementara produk Pupuk Futura telah diekspor ke Amerika Serikat, Nigeria, Zimbabwe, dan Botswana, memperlihatkan daya saing inovasi karya anak bangsa di pasar global.

PT Bursatani Futura Andyta juga menjalin sinergi dengan Polri dalam pengembangan Pupuk Futuraplus Presisi.

Formula pupuk tersebut dirancang dengan kandungan yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani binaan Polri untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri turut menyerahkan 80 ton Pupuk Futuraplus Presisi kepada lima kelompok tani di Rokan Hulu, Pelalawan, Kampar, Siak, dan Kecamatan Tambang. Bantuan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

“Sinergi dengan Polri menjadi bagian dari komitmen kami mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional,” tegas Umar.

Pemanfaatan teknologi berbasis sumber daya dalam negeri diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mengangkat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Inovasi pupuk batu bara dari Kampar menjadi bukti bahwa karya anak bangsa mampu memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi kebutuhan pertanian nasional, tetapi juga di tingkat global. (Ach)

Related articles

Recent articles