Hari Pertama Berkantor di SMPN 18 Malang, Plh Kepsek Risna Tekankan Disiplin Positif dan Sekolah Bebas Kekerasan

Published:

KABARMBOIS.ID, MALANG – Memasuki hari pertama bertugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMPN 18 Kota Malang, Risna Widyawati langsung menempatkan pemulihan iklim sekolah sebagai prioritas. Senin (28/9/2026).

Risna mulai berkantor di SMPN 18 untuk memastikan proses pendidikan berlangsung dalam suasana aman, nyaman, kondusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

Risna yang juga menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Kota Malang itu menegaskan, kehadirannya di SMPN 18 bukan sekadar menjalankan tugas administratif.

Ia akan melakukan konsolidasi internal bersama guru dan tenaga kependidikan untuk membangun kembali budaya sekolah yang mendukung proses belajar dan perkembangan karakter siswa.

“Prioritas kami memastikan sekolah memiliki budaya yang aman dan nyaman, sesuai program Kemendikdasmen,” ujar Risna saat ditemui di SMPN 18 Kota Malang, Senin (28/9).

Pada hari pertama, Risna langsung berkoordinasi dengan jajaran guru dan staf. Konsolidasi tersebut diarahkan untuk menyamakan langkah dalam menjalankan pembelajaran sekaligus memastikan seluruh pendidik menerapkan pola pembinaan siswa yang mengedepankan pendekatan edukatif.

Ia secara khusus meminta para guru tidak menggunakan kekerasan sebagai cara untuk menegakkan kedisiplinan.

Menurut Risna, pembentukan karakter siswa harus dilakukan melalui proses pendidikan yang memberikan ruang bagi anak untuk memahami kesalahan dan memperbaikinya.

“Saya meminta Bapak/Ibu guru mendisiplinkan anak-anak tanpa menggunakan kekerasan,” tegasnya.

Risna mengatakan pendekatan yang akan dikedepankan adalah disiplin positif.

Melalui pendekatan tersebut, siswa diarahkan untuk memahami konsekuensi dari tindakannya, menyadari kesalahan, kemudian terlibat dalam mencari solusi untuk memperbaikinya.

“Disiplin positif membuat anak menyadari kesalahannya dan menemukan sendiri solusi perbaikannya,” jelasnya.

Untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal, Risna memilih lebih dahulu fokus berkantor di SMPN 18 Kota Malang dalam beberapa hari ke depan.

Setelah kondisi sekolah dinilai semakin kondusif, pembagian waktu dengan tugas utamanya sebagai Kepala SMPN 1 Kota Malang akan dilakukan secara proporsional.

Kehadiran Risna di SMPN 18 diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal sekolah sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang memberikan rasa aman bagi siswa dan tenaga pendidik.

Penekanan terhadap disiplin positif juga menjadi langkah untuk membangun kedisiplinan tanpa mengabaikan hak dan perlindungan anak.

Dengan pendekatan tersebut, proses pemulihan iklim sekolah diarahkan tidak hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga membangun budaya pendidikan yang aman, nyaman, humanis, dan mendukung siswa berkembang secara positif. (Red)

Related articles

Recent articles