KABARMBOIS.ID, NEW YORK – Polri kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia melalui partisipasi aktif pada United Nations Chiefs of Police Summit (UNCOPS) 2026 di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat. (Rabu, 08/07/2026)
Ketua Delegasi Indonesia Kadivhubinter Polri Irjen Pol. Amur Chandra, mewakili Kapolri, menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kontribusi misi pemeliharaan perdamaian PBB melalui peningkatan kualitas personel, penguatan kerja sama internasional, serta transformasi kepolisian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Keikutsertaan Indonesia dalam forum kepolisian internasional tersebut menegaskan posisi Polri sebagai mitra strategis dalam mendukung diplomasi keamanan global sekaligus memperkuat kolaborasi antarnegara menghadapi berbagai tantangan kejahatan lintas batas yang semakin kompleks.
Pada hari kedua sidang UNCOPS 2026, forum membahas tiga agenda utama, yakni visi masa depan UN Police, pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam tugas kepolisian, serta penguatan kerja sama internasional dalam menghadapi kejahatan transnasional.
Dalam sesi “Vision for the Future of UN Police”, Irjen Pol. Amur Chandra tegaskan Indonesia sebagai salah satu Top Police Contributing Countries (PCC) dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sejak tahun 1989, sebanyak 3.536 personel Polri telah bertugas dalam berbagai misi perdamaian PBB di berbagai negara sebagai bagian dari kontribusi Indonesia menjaga stabilitas dan keamanan internasional.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas tersebut, Indonesia terus mengembangkan Indonesia Mission Training Centre (IMTC) sebagai pusat pelatihan bertaraf internasional guna mempersiapkan personel misi perdamaian yang profesional, sekaligus meningkatkan partisipasi polisi perempuan dalam posisi kepemimpinan pada operasi pemeliharaan perdamaian PBB.
“Kontribusi Polri komitmen Indonesia juga berhasil mencapai Level 3 United Nations Peacekeeping Capability Readiness System (UNPCRS), ini sudah menunjukkan kesiapan nasional dalam meningkatkan kontribusi Formed Police Unit (FPU) pada berbagai misi perdamaian PBB.,” ujar Irjen Pol. Amur Chandra.
Menurutnya, pengalaman lebih dari tiga dekade dalam misi perdamaian menjadi modal penting bagi Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat kapasitas pelatihan melalui IMTC, serta memperluas kerja sama internasional.
“Kami terus terus meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat kapasitas pelatihan melalui IMT dan memperkuat kolaborasi internasional,” tegasnya.
Pada sesi “Innovation and New Technologies in UN Policing”, forum menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung efektivitas tugas kepolisian.
Seluruh delegasi menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus tetap berlandaskan hak asasi manusia, supremasi hukum, transparansi, serta akuntabilitas.

Forum juga mendorong peningkatan kemampuan personel di bidang cyber crime, digital forensics, serta penguatan interoperabilitas melalui pertukaran informasi dan pemanfaatan platform digital antarnegara.
Sementara itu, pada sesi “Enhancing International Cooperation to Address Transnational Challenges”, para peserta menyepakati bahwa sinergi internasional menjadi faktor utama dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan transnasional, seperti perdagangan narkotika, perdagangan orang, penyelundupan senjata, kejahatan siber, hingga tindak pidana pencucian uang.
“Penguatan pertukaran informasi, pelatihan bersama, dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadapi ancaman keamanan global yang terus berkembang.” Pungkasnya.
Partisipasi aktif Polri dalam UNCOPS 2026 tidak hanya mencerminkan kontribusi Indonesia melalui pengiriman personel misi perdamaian, tetapi juga memperlihatkan peran aktif bangsa Indonesia dalam menyampaikan gagasan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam membangun institusi kepolisian yang profesional, adaptif, humanis, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.
Melalui diplomasi kepolisian internasional yang mengedepankan sinergi, soliditas, dan kolaborasi antarnegara, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai mitra strategis Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menjaga perdamaian dunia.
Komitmen tersebut sekaligus menegaskan kesiapan Polri untuk terus berkontribusi dalam menciptakan keamanan global yang berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat internasional.
