Mbediding Mulai Terasa, BMKG: Puncak Udara Dingin di Batu Diprediksi Akhir Juli-Agustus 2026

Published:

KABARMBOIS.ID, BATU – Suhu udara di Kota Batu dalam beberapa hari terakhir terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena yang dikenal masyarakat dengan istilah mbediding itu dipastikan merupakan siklus alam yang rutin terjadi saat musim kemarau dan bukan termasuk cuaca ekstrem.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang Linda Fitrotul menjelaskan, bahwa fenomena mbediding umumnya berlangsung setiap tahun pada periode Juni hingga September.

Kondisi udara paling dingin diperkirakan terjadi pada akhir Juli hingga Agustus, seiring memasuki puncak musim kemarau.

“Pada Juli hingga September memang kondisi seperti ini wajar terjadi. Ini merupakan siklus tahunan karena saat ini berada pada musim kemarau. Nanti menjelang akhir Juli hingga Agustus merupakan puncak musim kemarau sehingga udara akan terasa lebih dingin,” ujarnya.

Linda menerangkan, istilah mbediding berasal dari bahasa Jawa yang menggambarkan udara dingin yang terasa menusuk.

Fenomena tersebut dipengaruhi rendahnya kelembapan udara dan minimnya tutupan awan pada musim kemarau, sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer saat malam hari.

Akibatnya, suhu udara pada malam hingga pagi hari menjadi jauh lebih rendah, terutama di kawasan dataran tinggi seperti Kota Batu. Sebaliknya, pada siang hari suhu justru dapat terasa cukup panas sehingga selisih suhu antara siang dan malam menjadi cukup besar.

Puncak Udara Dingin di Batu Diprediksi Akhir Juli-Agustus 2026
Puncak Udara Dingin di Batu Diprediksi Akhir Juli-Agustus 2026

BMKG menyebut kondisi mbediding dapat dikenali melalui beberapa ciri, seperti udara yang terasa sangat dingin pada malam hingga pagi hari, kelembapan udara yang rendah, perbedaan suhu siang dan malam yang cukup mencolok, serta minimnya curah hujan.

Pemerintah Kota Batu mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang ditimbulkan akibat penurunan suhu tersebut.

Kelompok rentan seperti bayi, lanjut usia, dan penderita gangguan pernapasan diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatannya selama periode udara dingin berlangsung.

Selain itu, sektor pertanian juga diminta bersiap mengantisipasi potensi terbentuknya embun es (frost) yang dapat merusak tanaman. Sementara pada sektor peternakan, suhu rendah berpotensi menyebabkan ternak mengalami stres apabila kandangnya tidak terlindungi dengan baik.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam dan pagi hari, menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi serta beristirahat yang cukup.

Petani juga diimbau melindungi tanaman menggunakan naungan atau plastik mulsa, sedangkan peternak diminta memastikan kandang tetap hangat dan terlindung dari embun maupun angin malam.

Pemkot Batu turut mengajak masyarakat untuk rutin memantau informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca selama musim kemarau berlangsung. (Anc)

Related articles

Recent articles