KABARMBOIS.ID | MALANG KOTA – Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Arjuna Ekspres 66F di jalur rel KM 438+900, Jalan Sembilang, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (22/7/2026) pagi.
Peristiwa yang terjadi saat suasana masih lengang itu langsung mendapat penanganan dari jajaran Polsek Blimbing bersama Tim INAFIS Polresta Malang Kota.
Korban diketahui bernama Gunawan Sujatmiko (77), warga Jalan Sembilang VII/13, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, ia mengatakan bahawa tim identifikasi (Tim Inafis) menemukan rekaman CCTV yang mengarah pada dugaan korban sengaja mengakhiri hidupnya.

“Kejadian sekitar pukul 05.38 WIB di KM 438+900 jalur rel kereta api. Saat itu KA Arjuna Ekspres 66F melintas dari arah Malang menuju Surabaya. Berdasarkan hasil pengecekan awal di lokasi, ditemukan rekaman CCTV diduga korban sengaja berbaring di atas rel sesaat sebelum kereta melintas,” ujar Ipda Lukman saat dikonfirmasi, (Rabu, 22/7/2026).
Ipda Lukman menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui oleh penjaga palang pintu kereta api di bawah flyover, Andreas, setelah menerima informasi dari warga mengenai adanya seseorang yang tertabrak kereta api.
Mendapat laporan tersebut, penjaga palang pintu bersama seorang saksi lainnya segera menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), keduanya menemukan korban sudah tergeletak di sisi timur rel dalam kondisi meninggal dunia.
“Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Personel Polsek Blimbing, Tim INAFIS Polresta Malang Kota, serta tim evakuasi segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan penanganan sesuai prosedur,” jelas Ipda Lukman.

Setelah proses identifikasi dan olah tempat kejadian perkara selesai dilakukan, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pemeriksaan visum.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kepedulian bersama pada kondisi kesehatan mental, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia. Dukungan keluarga, lingkungan, serta akses terhadap layanan kesehatan jiwa memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya peristiwa serupa.
Catatan Redaksi
Berita ini disajikan untuk kepentingan informasi publik dan tidak dimaksudkan untuk menginspirasi atau menormalisasi tindakan bunuh diri. Apabila Anda, anggota keluarga, atau orang terdekat sedang mengalami tekanan emosional, putus asa, segeralah mencari orang yang dipercaya, atau konsultasikan kondisi tersebut kepada psikolog, psikiater, maupun fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
