KABARMBOIS.ID, MALANG – Sebuah rumah dua lantai di Jalan Kopral Usman Gang Masjid Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Klojen, Kota Malang, dilalap api, Rabu (29/7/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di lantai dua yang digunakan sebagai gudang penyimpanan pakaian dan barang bekas.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang Pandu Rizki Darmawan menjelaskan, bangunan tersebut hanya dihuni seorang lansia. Sementara lantai dua difungsikan sebagai tempat menyimpan tumpukan pakaian bekas dan berbagai barang yang sudah tidak terpakai.
“Dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari kabel instalasi listrik yang mengalami korsleting atau terkelupas, kemudian menyambar tumpukan kain dan pakaian bekas hingga api cepat merambat ke barang-barang lainnya,” ujar Pandu.

Ia mengatakan, saat proses pemadaman berlangsung, petugas tidak menemukan adanya perangkat elektronik di lantai dua. Kondisi atap bangunan yang terbuat dari asbes juga mempercepat kerusakan bangunan karena ambruk ketika dilalap api.
Laporan kebakaran diterima UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang sekitar pukul 22.51 WIB dari warga bernama Muhammad Subhan. Setelah melakukan verifikasi, empat unit armada bersama 15 personel langsung diberangkatkan menuju lokasi.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 22.56 WIB atau hanya empat menit setelah berangkat dari markas dengan jarak tempuh sekitar 1,2 kilometer. Operasi pemadaman dimulai pukul 22.57 WIB dan berlangsung selama 63 menit hingga api berhasil dipadamkan tepat pukul 00.00 WIB.
Sebanyak empat armada diterjunkan dalam penanganan kebakaran, terdiri atas satu unit mobil pompa, dua unit mobil suplai air, dan satu unit rescue Kajama. Sekitar 10 ribu liter air digunakan untuk memadamkan kobaran api.

Selain petugas Damkar, proses penanganan juga melibatkan personel Polsek Klojen, Relawan Kebakaran (Redkar), serta relawan ambulans untuk mengamankan lokasi kejadian.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menghanguskan area sekitar 30 meter persegi dengan estimasi kerugian material mencapai kurang lebih Rp90 juta.
Setelah proses pendinginan selesai dan dipastikan tidak ada lagi titik api, petugas memberikan edukasi kepada pemilik rumah mengenai pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala serta menghindari penumpukan barang-barang yang mudah terbakar guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (red)
