KABARMBOIS.ID, MALANG – Dishub Jatim menetapkan rute Gondanglegi untuk bus Transjatim Koridor II Malang Raya, yang menghubungkan Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang dengan Terminal Talangagung di Kepanjen Kabupaten Malang.
Tim gabungan dari Dishub Jatim bersama Dishub Kabupaten Malang telah melakukan survei titik halte dari Terminal Hamid Rusdi, Bululawang, Gondanglegi, hingga Terminal Talangagung, pada Senin (27/7/2026).
“Sudah kami fix-kan kalau Gondanglegi bagian daripada jalur Transjatim,” kata Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim, Ainur Rofiq.
Dalam kegiatan survei tersebut dilakukan penitikan halte maupun rambu-rambu sepanjang Koridor II Transjatim.
“Mulai dari Terminal Hamid Rusdi, Bululawang, Gondanglegi, sampai ke Terminal Talangagung, rencana sekitar 40 titik halte,” kata Rofiq.
Titik halte berada di kawasan seperti sekolah, pondok, pasar, atau persimpangan-simpangan desa, yang masyarakatnya butuh transportasi untuk menuju ke kota maupun ke tujuan lainnya.
Pertimbangan memilih rute Gondanglegi ini melihat potensi adanya permintaan dari masyarakat, mengingat masih jarangnya angkutan umum yang melintas di sana.
Di samping itu, rute Gondanglegi telah mendapat dukungan dari Pemkab Malang. Bus Tranjatim Koridor II Malang Raya akan dibalut dengan sejarah Kabupaten Malang yaitu diberi nama “Kanjuruhan”.
“Transjatim ini kan angkutan BTS. Bus ini nanti ada atau tidak ada penumpang, tetap jalan, di situ kan ada kepastian layanan. Kalau sudah ada kepastian layanan, otomatis masyarakat sangat terbantu dengan keberadaan Transjatim nantinya,” urai Rofiq.
Bus Transjatim direncanakan beroperasi pada Oktober 2026 mendatang dengan 14 unit dan satu unit cadangan. “Setelah survei titik ini kami akan evaluasi,” tandas Rofiq. (nus)
