KABARMBOIS.ID, MALANG – Jalan Menuju Surga di kawasan RW 09 Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang, kini menjadi jalur alternatif yang ramai dilintasi masyarakat. Namun, di balik manfaatnya sebagai penghubung Jalan Terusan Batubara dan Jalan Simpang L.A. Sucipto, warga berharap Pemerintah Kota Malang memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas infrastruktur jalan tersebut.
Jalan yang sempat viral di media sosial saat menjadi jalur alternatif selama proses pembongkaran Jembatan Bailey Sonokembang itu merupakan hasil swadaya penuh masyarakat. Hingga kini, perawatan jalan masih mengandalkan gotong royong warga sehingga dinilai belum mampu mengimbangi tingginya intensitas penggunaan.
Ketua Panitia Pembangunan Jalan Menuju Surga, Asmuri, menuturkan bahwa sebelum dibangun, lokasi tersebut hanya berupa jalan setapak yang membelah area persawahan. Kondisi tersebut menyulitkan warga, terutama ketika mengantar jenazah menuju tempat pemakaman karena harus memutar cukup jauh melalui Jalan L.A. Sucipto.
“Dulu hanya berupa jalan setapak menuju sawah dan hanya bisa dilewati pejalan kaki. Kalau ada warga meninggal dunia, iring-iringan jenazah harus memutar cukup jauh lewat jalan raya,” ujarnya, Kamis (9/7).
Berangkat dari kebutuhan itu, warga kemudian berinisiatif membangun jalan tembus secara bertahap sejak 2016. Seluruh pembiayaan berasal dari swadaya masyarakat melalui program jimpitan beras. Beras yang terkumpul dijual, kemudian hasilnya digunakan untuk membeli tanah uruk dan berbagai material pembangunan.
Semangat kebersamaan juga ditunjukkan para pemilik lahan yang rela menghibahkan sebagian tanahnya agar jalan dapat diperlebar demi kepentingan masyarakat.
Setelah sekitar dua tahun dikerjakan, jalan sepanjang kurang lebih 600 meter tersebut selesai dibangun pada 2018. Saat ini jalan sudah berpaving dan dapat dilalui kendaraan roda dua, dengan lebar sekitar 1,2 meter di sisi timur hingga mencapai 2,5 meter pada bagian tengah.
Keberadaan Jalan Menuju Surga kini menjadi akses alternatif yang cukup efektif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan L.A. Sucipto. Ratusan pengendara sepeda motor memanfaatkan jalur tersebut setiap hari sebagai jalan pintas.
Meski demikian, Asmuri menilai masih banyak fasilitas yang perlu ditingkatkan. Warga berharap pemerintah dapat membantu melakukan pengaspalan jalan, penataan saluran irigasi di sekitar lokasi, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU) agar akses tersebut semakin aman dan nyaman digunakan.
“Sampai sekarang penerangan masih kami sediakan secara swadaya. Harapan kami ke depan ada perhatian dari pemerintah agar jalannya bisa diaspal, irigasi ditata, dan lampu penerangan dipasang sehingga lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat,” pungkasnya. (red)
