Kemarau Mulai Meluas, BMKG: 75 Persen Wilayah Malang Raya Sudah Masuk Musim Kering

0
45

KABARMBOIS.ID, MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso memastikan sebagian besar wilayah Malang Raya telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut meliputi Kota Malang, Kota Batu, serta sebagian besar wilayah Kabupaten Malang.

Prakirawan BMKG Karangploso, Linda Fitrotul, mengatakan sekitar 75 persen wilayah Malang Raya kini sudah berada pada fase musim kemarau.

Bahkan, di sejumlah daerah, awal musim kemarau telah dimulai sejak dasarian pertama Mei 2026.

“Sekitar 75 persen wilayah Malang Raya sudah masuk musim kemarau. Beberapa wilayah bahkan telah memulai musim kemarau sejak awal Mei,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Meski demikian, tidak seluruh wilayah Malang Raya mengalami kondisi yang sama. Linda menjelaskan, beberapa kawasan masih berada dalam masa transisi musim dan sesekali diguyur hujan.

Menurutnya, wilayah tenggara Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang menjadi salah satu daerah yang belum sepenuhnya memasuki musim kemarau.

“Wilayah tenggara Kabupaten Malang yang dekat dengan Lumajang saat ini masih belum masuk musim kemarau,” jelasnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan hasil analisis dan prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Fenomena tersebut dipengaruhi keberadaan El Nino yang diprediksi masih bertahan hingga awal 2027. Dampaknya, karakteristik musim kemarau berpotensi semakin kuat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Malang Raya.

Karena itu, masyarakat diminta mulai mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin muncul. Mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih, penurunan debit air untuk kebutuhan pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan perbukitan dan lereng gunung.

“Untuk tahun ini, di beberapa wilayah musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih panjang,” pungkas Linda. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here