KABARMBOIS.ID, PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Polda Jawa Timur mengerahkan 150 personel gabungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Personel tersebut terdiri dari anggota Polres Probolinggo, Balai Besar TNBTS, Koramil Sekarpuro, serta para relawan.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, seluruh personel dibagi ke sejumlah sektor agar proses pemadaman lebih efektif sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lain.
“Personel kami tempatkan di beberapa sektor agar penyebaran api dapat dikendalikan secepat mungkin sekaligus melokalisasi titik api supaya tidak merambat ke wilayah yang lebih luas,” ujarnya di kawasan Gunung Bromo, Rabu (5/8).

Meski demikian, AKBP Asmida menegaskan keselamatan seluruh petugas tetap menjadi prioritas utama mengingat medan di kawasan pegunungan cukup terjal dan hembusan angin kencang berpotensi membahayakan proses pemadaman.
Menurutnya, upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat pemukul api serta pembuatan sekat bakar untuk menghambat penyebaran kobaran api.
Sementara itu, Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardhianto menjelaskan, metode pemadaman manual dipilih karena lokasi kebakaran berada di area curam yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
Ia mengatakan, angin kencang yang bertiup di kawasan pegunungan ditambah kondisi vegetasi kering berupa rumput dan semak belukar akibat musim kemarau menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.
“Kondisi tersebut menyebabkan api dengan cepat berpindah ke titik-titik lain, terutama di kawasan lereng hingga kaldera Gunung Bromo,” katanya.

Hingga kini, kebakaran dilaporkan telah menghanguskan vegetasi kering yang tersebar mulai dari kawasan kaldera, lereng, hingga kaki Gunung Bromo. Petugas gabungan masih terus berupaya melokalisasi titik api agar tidak meluas ke area konservasi lainnya.
Kompol Rizal juga mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan, seperti menyalakan api atau membuang puntung rokok sembarangan di kawasan TNBTS.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan Bromo dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” pungkasnya. (red)


