KABARMBOIS.ID, JAKARTA — Bursa transfer Super League 2026/2027 menghadirkan perjudian menarik. Dewa United, Borneo FC, Arema FC, Persebaya Surabaya, dan PSS Sleman sama-sama memilih pemain asing dari kompetisi kasta ketiga Brasil maupun Portugal.
Nama besar bukan menjadi jaminan, sementara kualitas mereka di panggung tertinggi Indonesia masih harus dibuktikan.
Lima klub tersebut mengambil jalur berbeda dari perekrutan pemain yang sudah mapan di kompetisi elite. Mereka memilih memburu potensi dari level yang lebih rendah, dengan harapan menemukan pemain yang mampu meledak setelah mendapat panggung di Indonesia.
Risikonya jelas: bisa menjadi transfer jitu, tetapi juga berpotensi menjadi “beli kucing dalam karung”.
Dewa United langsung mendapat sinyal positif
Dewa United menjadi klub yang paling cepat mendapatkan jawaban dari perjudian tersebut. Klub ini mendatangkan Jean Mangabeira dari Figueirense yang bermain di Serie C Brasil.
Jean langsung mendapatkan kepercayaan pada pertandingan perdana Super League ketika Dewa United menghadapi Persik Kediri. Kehadirannya di lini tengah bersama Ivar Jenner menunjukkan prospek positif.
Lebih penting lagi, Dewa United mampu mengamankan tiga poin dalam pertandingan tersebut. Bagi Jean, laga itu juga menjadi pengalaman tandang pertamanya di Indonesia.
Awal tersebut menjadi modal penting bagi sang pemain untuk membuktikan bahwa label pemain kasta ketiga tidak selalu mencerminkan kualitas sebenarnya.

Arema FC punya “joker” dari Serie C Brasil
Jika Jean memberikan sinyal positif, Marcos Vinicius langsung menghadirkan bukti berupa gol. Arema FC mendatangkan pemain yang dikenal dengan inisial MV tersebut dari Volta Redonda, klub Serie C Brasil.
Keputusan Singo Edan memboyongnya dari kompetisi kasta ketiga langsung terbayar pada pertandingan debut.
Marcos mencetak gol pada menit ke-81 ketika Arema FC menghancurkan Isenmulang Kalteng FC dengan skor 4-0, yang membuat Marcos untuk sementara menjadi salah satu rekrutan kasta ketiga yang paling mencuri perhatian pada awal musim.
Satu laga memang belum cukup untuk memberikan vonis, tetapi sebuah gol debut jelas menjadi jawaban awal atas keraguan.
Borneo FC masih menunggu ledakan Moussa Diarra
Borneo FC mengambil perjudian berbeda. Klub asal Samarinda itu mendatangkan Moussa Diarra dari CD Trofense, klub kasta ketiga Portugal.
Namun, striker tersebut belum mendapatkan menit bermain pada laga pembuka Super League. Ironisnya, Moussa harus menyaksikan Borneo FC tumbang di hadapan pendukung sendiri setelah dikalahkan Persija Jakarta 0-1.
Kekalahan tersebut membuat perhatian kepada Moussa semakin besar. Borneo membutuhkan tambahan daya gedor, sementara pemain yang didatangkan dari kasta ketiga Portugal itu belum menunjukkan kemampuannya di lapangan.
Kini pertanyaannya sederhana: apakah Moussa akan menjadi jawaban atau justru menambah pekerjaan rumah Borneo?
Persebaya belum bisa menilai Matheus Lagoa
Persebaya Surabaya juga masuk dalam daftar klub yang berani mencari pemain dari kasta ketiga Portugal.
Matheus Lagoa menjadi rekrutan anyar Bajul Ijo. Namun, pemain tersebut belum dibawa Bernardo Tavares ketika Persebaya menjalani laga tandang melawan Bhayangkara FC.
Persebaya mengawali kompetisi dengan hasil imbang 1-1. Artinya, kualitas Matheus masih menjadi tanda tanya. Belum tampilnya sang pemain membuat publik harus menunggu lebih lama sebelum memberikan penilaian terhadap keputusan transfer Persebaya.

PSS Sleman juga bertaruh pada kiper Brasil
Perjudian terakhir datang dari PSS Sleman. Klub tersebut mendatangkan penjaga gawang Pedro Caracoci dari Amazonas, klub Serie C Brasil.
Namun, Pedro belum bergabung ketika PSS menjalani pertandingan perdana di kandang Bali United.
Dengan kondisi tersebut, belum ada dasar yang cukup untuk menilai apakah Pedro mampu menjadi solusi di bawah mistar PSS.
Seperti Matheus dan Moussa, Pedro masih memiliki pekerjaan besar: mengubah status sebagai pemain dari kasta ketiga menjadi pemain yang layak diperhitungkan di level tertinggi Indonesia.
Lima transfer, satu pertanyaan besar
Dewa United, Borneo FC, Arema FC, Persebaya, dan PSS Sleman kini sama-sama menunggu jawaban dari perjudian mereka.
Jean Mangabeira dan Marcos Vinicius sudah memberikan tanda awal yang menjanjikan. Sementara Matheus Lagoa, Moussa Diarra, dan Pedro Caracoci masih belum memiliki kesempatan cukup untuk menunjukkan kemampuan.
Situasi tersebut membuat transfer kelima klub menjadi menarik untuk dipantau sepanjang musim. Kasta ketiga bukan berarti pemainnya buruk, tetapi loncatan menuju kompetisi level tertinggi tetap membawa risiko besar.
Pada akhirnya, hanya performa di lapangan yang dapat menentukan apakah keputusan mereka merupakan transfer cerdas atau benar-benar “beli kucing dalam karung”. (red)


