KABARMBOIS.ID, MALANG — PT KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan satu perjalanan kereta api tambahan dari Stasiun Malang menuju Stasiun Gambir, Jakarta, pada Minggu (6/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat menyusul ditutupnya sejumlah bandara akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Sabtu (5/9/2026).
KA tambahan tersebut dijadwalkan berangkat dari Stasiun Malang pada pukul 20.15 WIB dengan tujuan akhir Stasiun Gambir.
Layanan tersebut menyediakan 350 tempat duduk yang terdiri atas tujuh rangkaian kereta kelas eksekutif.
Pengoperasian perjalanan tambahan menjadi bagian dari penyesuaian layanan KAI terhadap perubahan kebutuhan transportasi masyarakat.

Dengan terganggunya sejumlah layanan penerbangan, kereta api menjadi salah satu alternatif perjalanan antarkota yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, pengoperasian KA tambahan dilakukan sebagai bentuk kesiapan KAI dalam menyediakan alternatif transportasi sekaligus menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.
“KAI terus memastikan masyarakat memiliki akses transportasi kereta api yang aman dan nyaman melalui penyesuaian layanan perjalanan,” ujar Mahendro.
Menurut Mahendro, penyesuaian perjalanan tidak dilakukan semata-mata berdasarkan peningkatan permintaan, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan sarana, prasarana, serta aspek keselamatan operasional.
KAI Daop 8 juga terus memantau perkembangan kebutuhan perjalanan masyarakat dan kondisi operasional di lapangan.
Hasil pemantauan menjadi dasar bagi perusahaan dalam menyesuaikan layanan agar tetap relevan dengan situasi transportasi yang berkembang.

Mahendro mengimbau calon penumpang mempersiapkan perjalanan dengan baik serta mengikuti informasi terbaru sebelum berangkat.
Informasi mengenai perjalanan kereta api dapat dipantau melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, dan kanal informasi resmi perusahaan.
Pengoperasian KA tambahan dari Malang ke Gambir diharapkan dapat memberikan pilihan transportasi bagi masyarakat yang terdampak perubahan layanan penerbangan.
KAI Daop 8 sekaligus memastikan kebutuhan mobilitas tetap terlayani dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan.


