KABARMBOIS.ID, PAREPARE – Hasil imbang 3-3 yang diraih Arema FC saat bertandang ke markas PSM Makassar menyisakan sejumlah evaluasi bagi tim pelatih. Salah satu yang menjadi sorotan adalah keputusan wasit Yudi Nurcahya dan Video Assistant Referee (VAR) terkait insiden Gabriel Silva alias Gabi di kotak penalti.
Duel PSM Makassar vs Arema FC berlangsung di Stadion B.J. Habibie Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (13/9/2026) sore.
Arema FC sempat berada dalam posisi unggul ketika insiden tersebut terjadi pada babak kedua. Gabi yang melakukan akselerasi menuju area pertahanan PSM kemudian terjatuh setelah terlibat kontak dengan pemain belakang tuan rumah.
Peristiwa tersebut sempat diperiksa melalui VAR. Namun, setelah peninjauan, wasit tetap memutuskan tidak memberikan penalti kepada Arema FC.
Keputusan tersebut menjadi perhatian Marcos Santos setelah pertandingan. Pelatih asal Brasil itu mengaku masih mempertanyakan pihak yang mengambil keputusan akhir dalam insiden tersebut.
Marcos menilai keberadaan VAR semestinya dapat membantu perangkat pertandingan mengambil keputusan terbaik dalam situasi kontroversial.
“Saya merasa VAR seharusnya bisa (memutuskan yang terbaik), dan saya tidak tahu apakah VAR atau wasit yang mengambil tanggung jawab atas penalti terhadap Gabi,” ujar Marcos Santos.
Pernyataan tersebut menunjukkan kekecewaan Marcos terhadap keputusan yang membuat Arema FC tidak mendapatkan kesempatan menambah keunggulan melalui tendangan penalti.
Arema FC Punya Kesempatan Kunci Kemenangan
Meski menyoroti keputusan wasit dan VAR, Marcos Santos tidak menjadikan insiden tersebut sebagai satu-satunya alasan Arema FC gagal membawa pulang tiga poin.
Pelatih berlisensi CONMEBOL Pro itu justru mengakui bahwa Singo Edan memiliki sejumlah kesempatan untuk menyelesaikan pertandingan lebih awal.
Arema FC beberapa kali mendapatkan peluang berbahaya pada babak kedua. Salah satunya ketika Gabi berada dalam situasi satu lawan satu dengan kiper PSM Makassar, Hilmansyah.
Namun, penyelesaian akhir winger asal Brasil tersebut masih terlalu lemah sehingga peluang emas itu gagal menghasilkan gol tambahan.
Menurut Marcos, apabila peluang-peluang tersebut dapat dimaksimalkan, Arema FC seharusnya tidak perlu bergantung pada keputusan penalti untuk mengamankan kemenangan.
“Tapi kami juga seharusnya bisa mengunci kemenangan lewat dua atau tiga situasi, mencetak gol keempat dan dengan begitu mengakhiri pertandingan,” tegas Marcos.
Arema FC sendiri sempat unggul 3-1 atas PSM Makassar dalam pertandingan tersebut. Namun, keunggulan dua gol akhirnya mampu dikejar tuan rumah.
PSM memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 sebelum Cumic kembali mencetak gol pada masa injury time untuk mengubah skor menjadi 3-3.
Hasil tersebut membuat Arema FC harus puas dengan tambahan satu poin dari Parepare. Singo Edan tetap belum terkalahkan dalam dua pertandingan awal BRI Super League 2026/2027 dengan koleksi empat poin.
Bagi Marcos Santos, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi agar Arema FC lebih efektif dalam memanfaatkan peluang sekaligus mampu mengelola pertandingan ketika sudah berada dalam posisi unggul. (red)


