KABARMBOIS.ID, MALANG — UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang bergerak cepat menangani kebakaran yang melanda bangunan SMP Negeri 7 Kota Malang di Jalan Lembayung, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Minggu (20/9/2026).
Sembilan personel dengan tiga unit kendaraan dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus memastikan tidak ada titik api tersembunyi (hidden fire).
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menjelaskan penanganan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari warga mengenai kebakaran di lingkungan SMPN 7 Kota Malang.
Setelah informasi divalidasi, tim gerak menuju lokasi untuk melakukan operasi pemadaman.

“Setelah menerima laporan dan melakukan validasi, tim langsung menuju lokasi. Petugas kemudian melakukan pemadaman dan memastikan api benar-benar padam serta tidak ada hidden fire,” jelas Pandu.
Berdasarkan data penanganan Damkar, laporan kebakaran diterima pada sekitar pukul 12.00 WIB. Saat petugas tiba di lokasi pukul 12.17 WIB langsung melakukan pemadaman, Proses penanganan sekitar 71 menit.
Dalam operasi tersebut, Damkar mengerahkan tiga unit kendaraan, yakni Ayaxx 09, Matra, dan Semut Ireng, dengan dukungan personel Polsek Kedungkandang.
Sebanyak 12.000 liter air digunakan untuk proses pemadaman dan penanganan di lokasi.
Objek yang terdampak merupakan bangunan sekolah, Penyebab kebakaran diduga korsleting kabel listrik.
Saat keajdian tidak ada korban jiwa maupun korban luka, hanya mengalami erugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta, serta dokumen milik sekolah.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Pandu menegaskan, penanganan Damkar tidak berhenti ketika kobaran api terlihat padam.
“Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan kondisi bangunan benar-benar aman dan mencegah api kembali muncul dari bagian yang tersembunyi.” Tegasnya.
Penanganan cepat tersebut membuat kebakaran dapat dikendalikan dan situasi di lokasi kembali aman. (Red)


