I.League Matangkan Persiapan Super League 2026/2027 Lewat Club Management Meeting Bersama 18 Klub

Published:

KABARMBOIS.ID, JAKARTA – I.League terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Super League musim 2026/2027 melalui pelaksanaan Club Management Meeting yang berlangsung di Kantor I.League, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Forum ini mempertemukan PSSI, operator kompetisi, dan seluruh klub peserta guna menyelaraskan kesiapan menjelang dimulainya kompetisi musim baru.

Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, jajaran Direksi I.League, serta CEO, COO, manajer, dan perwakilan dari 18 klub yang akan berlaga di Super League 2026/2027.

Club Management Meeting menjadi forum strategis untuk menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan mengenai berbagai aspek penyelenggaraan kompetisi. Dalam kesempatan itu, I.League memaparkan sejumlah materi penting, mulai dari regulasi kompetisi, operasional pertandingan, perwasitan, perizinan, aspek komersial, hingga pengelolaan media serta sejumlah pembaruan yang akan diterapkan pada musim baru.

Selain menjadi sarana penyampaian kebijakan, forum tersebut juga dimanfaatkan klub-klub peserta untuk berdiskusi dan memberikan masukan guna mendukung terciptanya kompetisi yang semakin profesional, berkualitas, dan berdaya saing.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa kolaborasi antara federasi, operator kompetisi, dan klub merupakan fondasi penting dalam membangun sepak bola Indonesia yang lebih kuat.

“PSSI terus berkomitmen mendukung penyelenggaraan kompetisi yang profesional, berintegritas, dan mampu menjadi fondasi utama bagi kemajuan sepak bola nasional. Sinergi antara federasi, operator kompetisi, dan seluruh klub merupakan kunci dalam mewujudkan ekosistem sepak bola Indonesia yang semakin kuat, sehat, dan kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Yunus Nusi.

Sementara itu, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyebut Club Management Meeting sebagai salah satu tahapan krusial sebelum bergulirnya kompetisi resmi.

Menurut Ferry, Super League merupakan etalase utama sepak bola profesional Indonesia sehingga seluruh elemen penyelenggaraan harus dipersiapkan secara menyeluruh melalui koordinasi yang baik antara operator kompetisi dan klub peserta.

“Super League merupakan wajah utama kompetisi sepak bola profesional Indonesia. Oleh karena itu, seluruh aspek penyelenggaraan harus dipersiapkan secara matang dengan mengedepankan kolaborasi dan komunikasi yang efektif antara operator kompetisi dan seluruh klub peserta. Melalui forum ini, kami ingin memastikan seluruh klub memiliki pemahaman yang sama terhadap regulasi, kebijakan, dan standar operasional yang akan diterapkan, sekaligus membuka ruang diskusi untuk menerima berbagai masukan demi penyempurnaan penyelenggaraan kompetisi. Kami berharap Super League musim 2026/27 dapat terselenggara dengan lebih profesional, kompetitif, aman, dan mampu menghadirkan kualitas pertandingan yang semakin baik,” kata Ferry Paulus.

Selain pemaparan materi dari berbagai departemen di I.League, agenda juga diisi sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta berbagai masukan terkait implementasi regulasi maupun pelaksanaan kompetisi di lapangan.

Diskusi yang berlangsung konstruktif dinilai mampu memperkuat koordinasi sekaligus menyamakan persepsi antara operator kompetisi dan seluruh klub peserta menjelang dimulainya musim baru.

Melalui penyelenggaraan Club Management Meeting, I.League berharap sinergi bersama PSSI dan seluruh klub peserta semakin solid dalam menyongsong Super League 2026/2027. Dengan persiapan yang matang, koordinasi yang kuat, serta komitmen seluruh pihak, kompetisi diharapkan berlangsung lebih profesional, kompetitif, berintegritas, sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi klub, pemain, ofisial, mitra, media, dan pecinta sepak bola Indonesia. (red)

Related articles

Recent articles