KABARMBOIS.ID, MALANG – Warga Jalan Sampurno, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dikejutkan dengan penemuan dua perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sebuah rumah, Kamis (13/8/2026) sore.
Penemuan tersebut diketahui sekitar pukul 15.15 WIB setelah seorang warga mencium bau menyengat dari rumah yang ditempati kedua korban.
Kapolsek Kedungkandang Kompol M. Roichan melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin menjelaskan, kejadian bermula ketika saksi berinisial AS (51), yang merupakan tetangga korban, merasa curiga setelah mencium bau tidak sedap dan melihat banyak lalat di sekitar rumah.
AS kemudian mendatangi rumah tersebut dan berusaha membuka pintu. Namun, seluruh pintu dalam kondisi terkunci.
Karena tidak berhasil masuk, saksi kemudian mencoba melihat melalui celah bagian bawah pintu samping rumah. Dari sana, ia melihat sepasang kaki tergeletak di lantai disertai cairan berwarna hitam di sekitarnya.
“Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk mendobrak pintu rumah. Setelah pintu terbuka, ditemukan dua jenazah perempuan dengan posisi berbeda. Satu berada di lantai, sedangkan satu lainnya berada di atas tempat tidur,” ujar Lukman.
Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada cucu korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kedungkandang.
Polisi mengidentifikasi kedua korban masing-masing berinisial SM (54) dan M (75).
Berdasarkan keterangan warga sekitar, M diketahui telah lama mengalami sakit. Sementara SM disebut mengalami depresi. Keduanya diketahui tinggal bersama di rumah tersebut.
“Untuk identitas korban, berinisial SM (54) dan M (75). Dari keterangan beberapa warga sekitar, korban M sudah lama menderita sakit dan SM mengalami depresi, keduanya ini tinggal di satu rumah yang sama,” jelas Lukman.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian sebelum mengevakuasi kedua jenazah ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Lukman mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan indikasi yang mengarah pada dugaan pembunuhan. Kondisi tersebut juga mempertimbangkan usia korban serta informasi mengenai riwayat kesehatan keduanya.
“Pihak keluarga yang diwakili oleh cucu korban tidak berkenan dilakukan visum secara keseluruhan. Selanjutnya, jenazah akan kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ungkapnya.
Polisi memastikan penanganan tetap dilakukan berdasarkan prosedur yang berlaku. Sementara jenazah kedua korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. (red)


