KABARMBOIS.ID, MALANG – Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 semakin semarak pada hari kedua pelaksanaan di ARG Soccerfield Lawang, Kabupaten Malang, Minggu (16/8/2026). Setelah sebelumnya mendapat kejutan dari jajaran tim pelatih, peserta kembali berkesempatan bertemu langsung dengan dua pemain senior Arema FC.
Dua pemain Singo Edan, Achmad Maulana Syarif dan Alfeandra Dewangga Santosa, hadir menyaksikan pertandingan final kategori U-10. Keduanya datang bersama Chief Business & Commercial Officer Arema FC, Irma Prianti.
Kehadiran dua pemain tersebut langsung meningkatkan antusiasme peserta dan orang tua. Achmad Maulana dan Dewangga menyaksikan jalannya laga final sekaligus memberikan dukungan kepada para pemain muda yang tampil penuh semangat.
Suasana semakin meriah ketika gol tercipta pada menit-menit akhir pertandingan. Kedua pemain senior itu terlihat memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan para peserta.
Pertandingan final kategori U-10 akhirnya dimenangkan Guyub FC asal Malang. Seusai pertandingan, Achmad Maulana dan Dewangga turut menyerahkan hadiah kepada para pemain serta penerima penghargaan.
Momen tersebut kemudian berlanjut dengan antusiasme peserta dan orang tua yang ingin berfoto maupun meminta tanda tangan kedua pemain Arema FC.
Achmad Maulana bahkan ikut membantu mengatur antrean agar anak-anak dapat bergantian bertemu dengan mereka.
“Gantian-gantian, berbaris,” ujar Achmad Maulana.
Bagi para pemain muda, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang berkesan. Mereka tidak hanya mengikuti pertandingan, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan pemain profesional yang selama ini mereka lihat berlaga bersama Arema FC.
Pemain Senior Jadi Inspirasi Talenta Muda
Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menilai kehadiran pemain senior di tengah peserta memiliki arti penting dalam proses pembinaan sepak bola usia dini.
Menurutnya, sosok pemain profesional dapat memberikan gambaran nyata kepada anak-anak bahwa perjalanan menuju level profesional membutuhkan proses panjang, latihan, kerja keras, serta konsistensi.
“Keberadaan pemain-pemain senior ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak. Mereka bisa melihat langsung pemain yang selama ini mungkin hanya mereka lihat ketika bertanding. Ini memberikan gambaran bahwa untuk bisa sampai di level tersebut ada proses panjang yang harus dijalani,” ujar Sudarmaji.
Ia menambahkan, interaksi langsung dengan pemain senior juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperkuat impian para peserta untuk menjadi pesepak bola profesional.
“Ketika mereka bisa bertemu, berfoto, meminta tanda tangan, bahkan melihat pemain senior menyaksikan pertandingan mereka, tentu ada kebanggaan tersendiri. Dari situ kami berharap muncul motivasi, bahwa suatu saat mereka juga ingin berada di lapangan yang sama sebagai pemain profesional,” tambahnya.
Sudarmaji menegaskan, Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 tidak semata-mata dirancang untuk mencari pemenang. Ajang tersebut juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman bertanding, membangun karakter, mengenal sportivitas, serta menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola.
“Jadi bukan hanya soal hasil pertandingan. Ada pengalaman, ada sportivitas, ada keberanian, dan ada mimpi yang ingin kami tumbuhkan. Pemain senior bisa menjadi salah satu bagian yang menguatkan motivasi itu,” katanya.
Kehadiran Achmad Maulana dan Dewangga menjadi salah satu pengalaman penting bagi peserta festival. Selain menyaksikan pertandingan dari dekat, para pemain muda mendapat kesempatan berfoto dan memperoleh tanda tangan dari sosok yang telah merasakan atmosfer sepak bola profesional.
Festival Akademi Arema FC Grassroot 2026 pun menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini bukan hanya mengenai kemampuan teknis dan hasil pertandingan. Pengalaman, inspirasi, sportivitas, serta kesempatan bertemu pemain idola menjadi bagian dari proses untuk membangun mental dan mimpi generasi penerus sepak bola.
Dengan menghadirkan pemain senior di tengah kegiatan, Arema FC berharap para peserta semakin termotivasi untuk terus berlatih dan berkembang. Dari lapangan grassroot, mimpi untuk suatu hari mengenakan jersey Singo Edan di level profesional pun diharapkan terus tumbuh. (red)


