Identitas Korban Kebakaran Ruko Jalan Raya Tidar Terungkap: Warga Situbondo Meninggal Dunia, Rekannya Luka Bakar 70 Persen

Published:

KABARMBOIS.ID, MALANG – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota berhasil mengidentifikasi identitas korban musibah kebakaran hebat yang melanda kawasan rumah toko (ruko) di Jalan Raya Tidar, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (22/9/2026) pagi.

Musibah yang menghanguskan tiga unit ruko tersebut menelan satu korban jiwa dan satu korban luka berat.

Kasihumas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, menjelaskan bahwa dari hasil identifikasi serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan Polsek Klojen bersama Tim INAFIS Polresta Malang Kota, korban meninggal dunia teridentifikasi atas nama Ainun Shobri Habibie (20), pemuda asal Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.

“Sementara itu, rekannya yang mengalami luka bakar serius lebih dari 70 persen diketahui bernama Tabroni (41), warga asal Kabupaten Sumenep, Madura. Saat ini korban Tabroni tengah mendapatkan perawatan medis secara intensif di RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang,” terang Ipda Lukman saat dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan olah TKP di lokasi kejadian, titik api diduga kuat bermula saat korban Habibie tengah memasak mi di area dapur toko. Saat kompor menyala, percikan api diduga menyambar jeriken berisi stok bensin eceran yang hendak diperjualbelikan.

“Api kemudian membesar dan merambat cepat ke seluruh area bangunan ruko, mengingat di dalam lokasi banyak terdapat barang-barang yang mudah terbakar,” jelasnya.

Aksi heroik sempat ditunjukkan oleh Tabroni. Saksi mata di lokasi kejadian, Wiwit, yang bekerja sebagai juru parkir setempat mengungkapkan bahwa Tabroni nekat menerobos kobaran api demi menyelamatkan Habibie yang terjebak di dalam.

“Salah satu penjaga yang selamat (Tabroni) sempat nekat mencoba menyelamatkan temannya sampai tubuhnya mengalami luka bakar parah. Namun usahanya belum berhasil karena api begitu cepat membesar, hingga akhirnya ia keluar bangunan mencari bantuan sebelum dievakuasi ke rumah sakit,” tutur Wiwit.

Penunggu penginapan RedDoorz yang berada tepat di samping toko kelontong, Dian Irawan (34), menceritakan detik-detik saat Tabroni berlari masuk ke dalam area resepsionis dalam kondisi tubuh terbakar.

“Tabroni lari masuk ke penginapan sambil berteriak ‘tulung Habibie mas, Habibie, orange buat mie kompornya meledak, tulung mas’. Saya dan teman kerja langsung bergegas keluar mau ikut menolong. Tapi saat di luar, api sudah sangat besar melahap seluruh area toko dan terdengar beberapa kali ledakan dari wadah bensin, sehingga kami tidak berani masuk dan langsung menghubungi petugas damkar,” beber Dian.

Ledakan bensin eceran serta kepulan asap hitam pekat membuat para tamu penginapan RedDoorz berhamburan keluar dalam kondisi panik. Toko kelontong Madura yang baru beroperasi sekitar tiga bulan tersebut diketahui melayani pembeli selama 24 jam.

Kasus kebakaran tragis ini kini dalam penanganan penuh jajaran Polresta Malang Kota. (red)

Related articles

Recent articles