KABARMBOIS.ID, LUMAJANG — Polres Lumajang bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Di tengah penanganan tersebut, sebanyak 172 pendaki dari kawasan Ranu Kumbolo berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, penanganan karhutla saat ini difokuskan pada dua lokasi, yakni kawasan Ranu Kembang di Blok Ayek-Ayek serta Ledok Bedor yang berada di perbatasan Desa Argosari dan Desa Ranupani.
“Terdapat dua lokasi titik api yang menjadi fokus penanganan petugas, yakni Ranu Kembang dan Ledok Bedor,” kata AKBP Riki, Minggu (30/8/2026).

Di kawasan Ledok Bedor, api terpantau berada di tiga titik pada arah Jantur menuju kawasan B29.
Kondisi medan yang terjal, tebing curam dan tiupan angin menjadi kendala petugas dalam menjangkau lokasi kebakaran.
Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana sekaligus membuat sekat untuk membatasi pergerakan api.
Petugas harus menangani titik api secara bertahap karena kondisi medan tidak memungkinkan dilakukan penanganan sekaligus.
“Api di dua lokasi masih menyala. Pemadaman dan penyekatan terus dilakukan oleh petugas gabungan,” ujar Riki.
Karhutla tersebut diketahui mulai terjadi pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Hingga Minggu, petugas masih berkonsentrasi mencegah api meluas serta memadamkan titik-titik yang masih terbakar.

Sementara itu, aspek keselamatan pendaki menjadi prioritas dalam penanganan bencana. Sebanyak 172 pendaki yang sebelumnya berada di kawasan Ranu Kumbolo telah dievakuasi seluruhnya dalam keadaan selamat.
“Sebanyak 172 pendaki sudah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Jalur pendakian saat ini ditutup total,” tegas AKBP Riki.
Polres Lumajang bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi.
Penutupan jalur pendakian dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari risiko karhutla sekaligus memberikan ruang bagi petugas dalam melakukan pemadaman.
AKBP Riki menegaskan, operasi penanganan diarahkan untuk mengendalikan titik api, mencegah penyebaran kebakaran dan memastikan keselamatan masyarakat hingga kondisi kawasan dinyatakan aman. (Red)


