KABARMBOIS.ID, MALANG – Kebakaran melanda area Dapur Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Jawa Timur Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (9/9/2026).
Insiden tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 14.50 WIB. Api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik yang terjadi di bagian atap ruang dapur.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran berdampak pada area sekitar 300 meter persegi. Kerugian materiil akibat kejadian tersebut sementara ditaksir mencapai Rp900 juta.
45 Pasien Anak Dievakuasi
Direktur RSSA Malang, Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, Sp.B Subsp. Onk. (K), FINACS, FICS, MMRS, memastikan seluruh pasien dalam kondisi aman dan tidak terdapat kegawatdaruratan.
Namun, kepulan asap yang masuk ke area ruang rawat inap anak membuat pihak rumah sakit mengambil langkah evakuasi terhadap 45 pasien.
Para pasien dipindahkan ke Grand Paviliun lantai 2 untuk menghindari risiko paparan asap sekaligus memastikan proses perawatan tetap berjalan optimal.
“Karena asap masih tersisa di ruangan anak, kami butuh waktu 1 hingga 2 hari untuk pembersihan total. Untuk sementara, 45 pasien anak kami pindahkan ke fasilitas Grand Paviliun lantai 2 agar mendapatkan perawatan maksimal dan aman dari paparan asap,” terang Bachtiar.
Sementara itu, pasien yang sebelumnya menjalani perawatan di ruang rawat inap ibu atau wanita telah kembali ke ruangan semula sekitar pukul 16.00 WIB.
RSSA Siapkan Pendampingan Psikologis
Selain memastikan kondisi fisik pasien, RSSA Malang juga mengambil langkah untuk mengantisipasi dampak psikologis akibat insiden kebakaran.
Tim psikiater dan psikolog diterjunkan untuk melakukan skrining ulang sekaligus memberikan pendampingan terhadap kondisi fisik dan psikologis pasien anak.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan proses pemulihan pasien tetap berjalan, termasuk setelah mereka mengalami situasi yang berpotensi menimbulkan trauma.
Pasca kebakaran, area fasilitas Dapur Gizi RSSA Malang dipasangi garis polisi untuk mendukung proses investigasi oleh kepolisian.
Sementara proses pemeriksaan berlangsung, rumah sakit mengambil langkah percepatan untuk menjaga kebutuhan konsumsi pasien tetap terpenuhi.
RSSA menggandeng jasa katering pihak ketiga sebagai pemasok makanan sementara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada pasien tetap memenuhi standar higienis dan kebutuhan nutrisi.
Bachtiar menjelaskan, proses perbaikan area dapur gizi yang terdampak kebakaran diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan.
“Proses perbaikan area dapur gizi yang terbakar diperkirakan memakan waktu sekitar dua bulan, meliputi asesmen kekuatan konstruksi atap kayu, rekondisi peralatan, hingga proses sertifikasi ulang kelayakan layanan,” jelasnya.
Pelayanan Medis Tetap Berjalan Normal
Meski fasilitas Dapur Gizi terdampak kebakaran, Bachtiar memastikan aktivitas pelayanan medis di RSSA Malang tetap berjalan.
Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, maupun rawat jalan dipastikan tetap beroperasi secara normal.
Pihak rumah sakit juga terus melakukan penanganan terhadap dampak kebakaran dan memastikan kebutuhan pasien tetap terpenuhi selama proses pemulihan fasilitas Dapur Gizi berlangsung. (red)


