KABARMBOIS.ID, MALANG – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang dalam menjaga kualitas pelayanan dan membangun komunikasi terbuka dengan warga binaan kembali diperkuat.
Kepala Lapas Malang Christo Victor Nixon Toar bersama jajaran pejabat struktural turun langsung ke setiap blok hunian untuk membagikan kuesioner “Lapas Malang Mendengar”, Jumat (25/9/2026) sore.
Kuesioner tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk menyampaikan saran, kritik, apresiasi, keluhan, maupun harapan terkait pelayanan dan program pembinaan, sekaligus menjadi bagian dari evaluasi pelayanan selama lima bulan masa kepemimpinan Christo sebagai Kalapas Malang.
Berbeda dengan forum dialog terbuka, kuesioner memberikan ruang yang lebih leluasa bagi warga binaan untuk menyampaikan hal-hal yang mungkin sulit diungkapkan secara langsung.
Materi yang ditanyakan mencakup kemudahan memperoleh layanan, komunikasi petugas, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, keamanan dan ketertiban, hingga pelaksanaan program pembinaan.
Christo mengatakan, mekanisme tersebut tidak dimaksudkan menggantikan dialog langsung yang selama ini telah dilakukan, tetapi menjadi pelengkap untuk memperoleh gambaran pelayanan dari perspektif warga binaan.

“Kami ingin mendapatkan masukan yang jujur. Yang sudah baik dipertahankan, sedangkan yang masih kurang menjadi bahan perbaikan,” ujar Christo.
Dalam pelaksanaannya, Kalapas bersama pejabat struktural mendatangi blok hunian sekaligus berinteraksi langsung dengan warga binaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka dan menciptakan hubungan yang lebih dekat antara jajaran Lapas dengan warga binaan.
Christo menegaskan, masukan yang terkumpul tidak hanya akan dilihat dari hasil penilaian, tetapi juga dari cerita, kebutuhan, dan usulan yang disampaikan. Informasi tersebut akan digunakan untuk melihat bagian pelayanan yang telah berjalan baik maupun aspek yang masih membutuhkan penguatan.
“Tidak semua hal mudah disampaikan dalam forum terbuka. Karena itu, kuesioner menjadi ruang agar warga binaan dapat menyampaikan apa yang mereka rasakan dengan lebih leluasa,” katanya.
Kuesioner “Lapas Malang Mendengar” juga menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan dan pembinaan terus disesuaikan dengan kebutuhan warga binaan. Evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari pelayanan dasar hingga keamanan, ketertiban, kesehatan, serta pelaksanaan pembinaan.
Hasil kuesioner selanjutnya akan dihimpun dan menjadi bahan evaluasi jajaran Lapas Malang dalam menjaga kualitas pelayanan dan pembinaan untuk membantu pimpinan menentukan perbaikan secara lebih terukur berdasarkan pengalaman langsung warga binaan sebagai penerima layanan.
Christo menegaskan komunikasi dengan warga binaan akan terus dipertahankan sebagai bagian dari penguatan pelayanan di Lapas Malang.
Menurutnya, keterbukaan dalam menerima masukan menjadi salah satu cara untuk memastikan pelayanan yang sudah berjalan baik dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan.
“Warga binaan bukan hanya penerima layanan, tetapi juga bagian dari proses perbaikan pelayanan. Karena itu, jangan ragu menyampaikan apa yang dirasakan,” pungkas Christo. (Red)


