KABARMBOIS.ID, MALANG – Aktivitas pembongkaran gedung Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma di Kota Malang menuai keluhan dari masyarakat sekitar. Kepulan debu dari proses pembongkaran bangunan disebut menyebar ke lingkungan permukiman dan rumah kos sejak Senin (24/8/2026).
Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian setelah sejumlah aktivitas pembongkaran yang menghasilkan debu beredar di media sosial. Warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek merasa terganggu dengan debu yang beterbangan selama proses pengerjaan berlangsung.
Koordinator Pengaduan Publik, Sudarno, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah warga yang terdampak aktivitas pembongkaran tersebut.
Ia menilai pelaksanaan proyek perlu memperhatikan aspek keselamatan dan dampak lingkungan, terutama karena lokasi bangunan berada berdekatan dengan kawasan permukiman.
“Pemerintah Kota Malang perlu menyelidiki apakah ada pelanggaran tersebut secara transparan, jangan ada hal yang ditutupi,” ujar Sudarno saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).
Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Unit Keuangan dan Humas RSI Unisma, Dewi Marwah, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul selama proses pembongkaran gedung.
Dewi mengatakan, pihak RSI Unisma sebelumnya telah menyampaikan pemberitahuan mengenai pekerjaan tersebut kepada perangkat kewilayahan setempat, termasuk ketua RT dan RW.
“Kami sudah menyampaikan terkait pekerjaan ini beserta dampaknya ke perangkat kewilayahan sekitar, seperti ketua RT dan RW setempat. Kami sekali lagi menyampaikan permohonan maaf atas dampak aktivitas proses pembongkaran gedung yang membuat ketidaknyamanan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Dewi, kondisi lokasi menjadi salah satu tantangan dalam proses pembongkaran. Bangunan yang dikerjakan berada cukup dekat dengan jalan raya sekaligus kawasan permukiman yang relatif padat.
Pihaknya menyebut sejumlah langkah pengendalian debu telah dilakukan, termasuk memasang pembatas dari seng. Namun, upaya tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu mencegah debu menyebar ke lingkungan sekitar.
“Kondisi cuaca Malang pada bulan Agustus yang cukup panas dan berangin juga turut memperbesar penyebaran debu,” katanya.
Dewi menambahkan, manajemen RSI Unisma telah berkoordinasi dengan tim pelaksana proyek untuk meningkatkan metode pengendalian debu selama proses pembongkaran berlangsung.
Koordinasi tersebut dilakukan agar dampak aktivitas proyek terhadap masyarakat sekitar dapat ditekan seminimal mungkin.
Pihak RSI Unisma juga menargetkan seluruh proses pembongkaran gedung dapat diselesaikan pada pekan ini.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pelaksana teknis proyek tersebut, dan pihak RSI Unisma menargetkan proses pembongkaran gedung tersebut dapat tuntas seluruhnya dalam minggu ini,” pungkas Dewi.
Dengan adanya keluhan warga, proses pembongkaran gedung RSI Unisma kini menjadi perhatian dari sisi dampak lingkungan sekitar. Manajemen rumah sakit menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pelaksana proyek agar aktivitas pembongkaran dapat berjalan dengan tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat. (red)


