Tiga Pekan Langka, Beras Premium Sulit Ditemukan di Pasar Kota Malang

Published:

KABARMBOIS.ID, MALANG — Pedagang di sejumlah pasar tradisional Kota Malang mengeluhkan kelangkaan beras premium yang berlangsung dalam tiga pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat beras yang banyak menjadi pilihan konsumen itu semakin sulit ditemukan di pasaran.

Kelangkaan tersebut menjadi perhatian karena beras premium merupakan salah satu jenis beras yang cukup banyak dicari masyarakat.

Untuk menjaga ketersediaan, Perum Bulog Cabang Malang mulai menambah pasokan secara bertahap ke pasar tradisional maupun toko retail modern di wilayah Malang Raya.

Kepala Perum Bulog Cabang Malang M. Nurjuliansyah Rachman mengatakan, kondisi tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor.

Di antaranya dampak El Nino pada musim kemarau, belum berlangsungnya panen kedua, serta kenaikan harga gabah di tingkat petani.

“Bisa dipengaruhi beberapa faktor, seperti El Nino, panen kedua yang belum terjadi, dan harga gabah yang mulai naik,” kata Nurjuliansyah saat ditemui di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Jumat (18/9).

Menurut dia, Bulog terus berupaya menjaga ketersediaan beras premium dengan menyalurkan pasokan ke sejumlah titik penjualan.

Distribusi dilakukan bertahap untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stok tetap tersedia di pasaran.

Bulog Cabang Malang memproyeksikan pasokan beras premium yang digelontorkan ke pasar mencapai lebih dari 500 ton hingga Desember 2026.

Penyaluran tersebut dilakukan berdampingan dengan distribusi beras SPHP yang selama ini berjalan.

“Kami terus menyuplai beras premium, di samping beras SPHP yang rutin didistribusikan,” ujarnya.

Di sisi lain, Satgas Pangan Polresta Malang Kota turut melakukan pengawasan terhadap peredaran dan distribusi beras premium di wilayah Kota Malang.

Pemantauan dilakukan bersama Bulog dan instansi terkait dengan menyasar pasar tradisional serta toko retail modern.

Kanit Satgas Pangan Polresta Malang Kota Ipda Henni Budi Cahyono mengatakan, pengawasan dilakukan untuk memastikan distribusi bahan pangan berjalan normal sekaligus mencegah adanya praktik yang dapat mengganggu ketersediaan pangan.

“Kami berkolaborasi dengan Bulog untuk melakukan pemantauan ke pasar. Kegiatan seperti ini juga sudah sering kami lakukan,” terang Henni.

Hasil pemantauan sementara menunjukkan belum ditemukan indikasi penimbunan stok beras premium yang berkaitan dengan kelangkaan tersebut.

Satgas Pangan masih memantau perkembangan distribusi dan ketersediaan beras di sejumlah titik penjualan.

Henni juga mengimbau masyarakat turut berperan dalam pengawasan. Warga yang mengetahui adanya dugaan penimbunan atau gangguan distribusi bahan pangan dapat segera menyampaikan informasi kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Untuk sementara belum ditemukan dugaan penimbunan. Jika masyarakat memiliki informasi, silakan melapor agar segera kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (Red)

Related articles

Recent articles