KABARMBOIS.COM, MALANG — Festival musik Paradic Fest Vol 3 x Gaung Merah mengguncang Kota Malang dengan menghadirkan sejumlah musisi nasional dan lokal, mulai dari The Changcuters, For Revenge x TP, Perunggu hingga Bernadya di SM Boomi Carnival Kota Malang, Minggu (13/9/2026) malam, bakal dipadati lebih dari 12 ribu penonton.
Tak sekadar menyuguhkan pertunjukan musik, Paradic Fest Vol 3 membawa konsep pertemuan lintas generasi melalui musisi dengan karakter dan perjalanan berbeda.
Dua grup band lokal Malang, Onemorelight dan Polaroid, turut tampil dalam agenda yang diinisiasi kelompok alumni UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang tersebut.
Perwakilan penyelenggara Paradic Fest Vol 3, Fahmi Eksa Sagita, mengatakan proses penyusunan konsep hingga pemilihan pengisi acara dilakukan secara matang selama sekitar enam hingga tujuh bulan.
The Changcuters kemudian dipilih sebagai salah satu pengisi utama karena dinilai mampu menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus menjangkau penonton lintas generasi.
“Kami menyiapkan konsep dan line-up sekitar enam sampai tujuh bulan. Kami ingin menghadirkan keseruan sekaligus nostalgia melalui musisi yang masih dekat dengan penonton,” kata Fahmi.
Menurut Fahmi, kehadiran sejumlah musisi dengan karakter berbeda menjadi bagian dari upaya penyelenggara menghadirkan pengalaman musik yang lebih beragam. Antusiasme penonton pun terlihat dari jumlah pengunjung yang ditargetkan mencapai lebih dari 12 ribu orang.
“Lebih dari 12 ribu penonton bakal hadir dan ikut merasakan keseruan Paradic Fest Vol 3 bersama para musisi,” ujarnya.

The Changcuters menjadi salah satu magnet utama festival. Band yang dikenal memiliki karakter musik energik tersebut kembali menyapa penikmat musik Malang sekaligus membawa momentum khusus karena pada September ini mereka merayakan perjalanan karier yang memasuki usia 22 tahun.
Basis sekaligus manajer The Changcuters, Dipa Nandastyra Hasibuan, menilai Paradic Fest Vol 3 x Gaung Merah menjadi bagian penting dalam perayaan perjalanan bandnya.
“Paradic Fest Vol 3 dan Gaung Merah ini sangat luar biasa. Kami mengikuti berbagai perjalanan penyelenggaraan musik, dan ini sangat luar biasa. Spesial di September ini, kami juga merayakan usia 22 tahun,” ujar Dipa.
Dipa mengatakan, penampilan di Malang juga disiapkan dengan sajian khusus. Selain membawakan lagu-lagu yang telah dikenal seperti Racun Dunia, I Love U Bibeh, Hijrah ke London, Main Serong dan Parampampam, The Changcuters turut memperkenalkan sejumlah materi dari album terbaru WOW MA yang dirilis pada Juni-Juli 2026.
“Nuansanya spesial. Kami juga membawa beberapa lagu dari album baru untuk menjadi sajian khusus bagi penonton Malang dan sekitarnya,” jelasnya.
Sementara itu, Guntur Pramanda dari Gaung Merah mengatakan Paradic Fest tidak hanya diarahkan sebagai pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai generasi melalui karya para musisi.
Konsep tersebut mempertemukan musisi yang telah memiliki perjalanan panjang dengan generasi baru yang tengah berkembang, sehingga penonton dapat menikmati beragam karakter musik dalam satu panggung.
“Paradic Fest Vol 3 bukan sekadar festival musik, tetapi menjadi ajang pertemuan lintas generasi musisi. Kami mengapresiasi gelaran tahun ini dan berharap terus berkembang,” kata Guntur.
Rangkaian pertunjukan tersebut menjadi hasil dari konsep yang sejak awal diarahkan untuk mempertemukan komunitas, musisi, dan penonton dari berbagai generasi.
Kehadiran lebih dari 12 ribu penonton sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme terhadap gelaran Paradic Fest Vol 3 x Gaung Merah di Kota Malang.
Melalui perpaduan musik nostalgia, karya terbaru dan penampilan musisi lokal, festival tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mempertemukan berbagai karakter dan generasi penikmat musik dalam satu ruang pertunjukan.


