Update: Korban Selamat dari Kebakaran Maut Jalan Tidar Malang, Saat Ini Masih Dalam Perawatan Intensif di ICU RSSA Malang

Published:

KABARMBOIS.ID, MALANG – Kondisi Tabroni (41), salah satu korban selamat dalam kebakaran maut di kawasan Jalan Raya Tidar, simpang empat Galunggung, Kota Malang, masih mengkhawatirkan.

Warga asal Kabupaten Sumenep itu hingga Kamis (24/9/2026) masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Tabroni mengalami luka bakar parah setelah terjebak dalam kobaran api yang menghanguskan toko kelontong Madura 24 Jam dan dua ruko di kawasan tersebut. Tingkat luka bakar yang dideritanya disebut mencapai lebih dari 70 persen pada bagian tubuhnya.

Humas RSSA Malang Muhammad Syamsul Bakhri mengatakan, tim medis masih memberikan penanganan intensif karena luasnya luka bakar yang dialami korban.

Perlu kita ketahui bahwa korban masih dalam perawatan intensif karena luasnya luka bakar.

“Mohon doanya agar korban bisa segera melewati masa kritis ini.” ujar Syamsul saat dikonfirmasi wartawan.

Menurut Syamsul, Tabroni hingga Kamis masih belum sadarkan diri. Kondisi tersebut membuat korban harus mendapatkan pengawasan dan penanganan medis secara ketat di ruang ICU.

“Saat hari ini, korban belum sadar dan dirawat di ruang ICU. Kondisinya masih perlu pengawasan medis dan perhatian khusus,” katanya.

Tabroni sebelumnya menjadi salah satu korban dalam kebakaran hebat yang terjadi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, kebakaran bermula saat aktivitas memasak mie menggunakan kompor di toko kelontong.

Api kemudian menyambar stok jeriken berisi bensin eceran yang berada di dalam toko hingga kobaran api membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.

Api akhirnya melahap tiga unit bangunan di kawasan tersebut, termasuk penginapan RedDoorz yang berada di sebelah toko.

Di tengah kepungan api, Tabroni sempat berupaya menyelamatkan rekannya, Habibie, warga asal Kabupaten Situbondo yang terjebak di lantai dua penginapan.

Meski mengalami luka bakar, Tabroni disebut masih sempat berlari menerobos kobaran api menuju penginapan.

Ia berusaha meminta pertolongan untuk menyelamatkan Habibie yang saat itu masih berada di dalam bangunan.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Habibie ditemukan meninggal dunia di dalam bak mandi di lantai dua setelah api berhasil dipadamkan.

Sementara Tabroni berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke RSSA Malang untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka bakar berat yang dideritanya.

Hingga Kamis (24/9), fokus tim medis RSSA adalah memberikan perawatan intensif terhadap Tabroni akibat luasnya luka bakar yang mencapai lebih dari 70 persen.

Kondisi korban yang belum sadarkan diri membuat pemantauan medis dilakukan secara ketat. Pihak rumah sakit juga meminta dukungan doa agar Tabroni dapat melewati masa kritis dan memperoleh perkembangan kondisi yang lebih baik.

Kasus tersebut menjadi bagian dari rangkaian tragedi kebakaran di kawasan Jalan Raya Tidar yang tidak hanya menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan, tetapi juga menelan korban jiwa dan menyebabkan satu orang lainnya mengalami luka bakar berat hingga harus menjalani perawatan intensif.

Related articles

Recent articles